Thursday, February 27, 2014

STOPER DOOR art

Stoperdoor Point art
Material Kayu glugu kombinasi cor logam sebagai point finishing whitewash

Creatif crates

CRATES saos & Botol  selai
Tipe craft whitewash & Natural
Bahan Reclaim Wood

Monday, December 9, 2013

REKA ULANG Sack BAG serbaguna on stand kontainer or shopping Bag

Seni Kerajinan limbah kemasan berasal dari kreatifnya orang Yogyakarta dengan kreteria fungsional bisa dipakai konteiner stand, tas belanja, sovenir Event, oleh oleh kenangan, Reka Ulang Ide berawal temuan dari beberapa bahan sudah tidak terpakai .

Bahan Utama sack Terigu  kekuatan 25kg dimensi Lebar 50cm, tinggi 65cm, asal bahan karung plastik Bogasari SEGITIGA BIRU, Kombinasi webing Dan rit sleting serta kait hook

Friday, January 11, 2013

New comer

Craft dan seni jadikan dasar skill kepedulian go green.

Mirror dari palet box

Kreatifitas pada olahan bahan yang tersedia di sekeliling kita yang ada pasca digunakan menjadi sebuah gol akhir karya

Monday, December 10, 2012

BURNING MALAM

Ramah lingkungan (juga ramah lingkungan, sifat ramah, dan hijau) adalah istilah ambigu yang digunakan untuk merujuk pada barang dan jasa, hukum, pedoman dan kebijakan diklaim untuk menimbulkan berkurang, minimal, atau tidak ada salahnya sama sekali, pada ekosistem atau lingkungan. [1] Perusahaan terkadang menggunakan istilah tersebut untuk membuat klaim pemasaran lingkungan ketika mempromosikan barang dan jasa, misalnya dengan eco-label. Melakukan hal ini kadang-kadang disebut sebagai greenwashing.

Organisasi Internasional untuk Standardisasi telah mengembangkan ISO 14020 dan ISO 14024 untuk menetapkan prinsip-prinsip dan prosedur untuk label lingkungan dan deklarasi yang sertifikasi dan eko-labellers harus diikuti. Secara khusus, standar ini berkaitan dengan menghindari konflik kepentingan keuangan, penggunaan metode ilmiah dan prosedur pengujian diterima, dan keterbukaan dan transparansi dalam pengaturan standar [2].